Apresiasi Menkominfo untuk Kelas Digital dan Santri Anti Radikalisme

Yogyakarta, Kominfo - Mungkin tak ada yang bisa membayangkan, bermula dari hanya tiga petak kamar kecil berukuran 6 meter persegi kini Pondok Pesant

Memeperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2018 Yang di Hadiri Presiden Joko Widodo di Padang
Hadiri Kongres HMI, Presiden Jokowi Paparkan Tantangan Global dan Program Kerja Pemerintah
Tingkatkan Ekonomi Digital, Menkominfo Harap Anak Muda Siapkan Keterampilan

Yogyakarta, Kominfo – Mungkin tak ada yang bisa membayangkan, bermula dari hanya tiga petak kamar kecil berukuran 6 meter persegi kini Pondok Pesantren Terpadu Al Mumtaz bisa berdiri di lahan seluas 0,8 hektar. Dari semula dua orang santri putra dan empat santri putri, kini sudah ratusan santri putra dan putri yang belajar tahfidz Quran dan kewirausahaan. 

Bahkan di momen Peringatan Hari Kebangkitan Nasional telah membuka Kelas Digital. Kelas yang memungkinan santri belajar wirausaha dan memasarkan produk secara digital disamping memperbanyak ilmu pengetahuan.

Tak berlebihan jika hal itu berbuah ungkapan bangga dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.  “Saya sangat bangga dengan para santri, karena di tangan para santri ini nantinya akan menjadi pemimpin bangsa,” ungkapnya ketika berada di tengah santri Pondok Pesantren Terpadu Al Mumtaz di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (21/05/2018) kemarin.

Apresiasi memang layak diberikan karena Ponpes Al Mumtaz membolehkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan ponpes. Menteri Rudiantara hal itu baik untuk membangun kesiapan digital generasi masa depan.

“Penggunaan digital atau handphone di pesantren hendaknya nanti yang memberikan nilai manfaat. Karena di Ponpes Al Mumtaz diberikan keterampilan kewirausahaan, bisa saja handphone dipergunakan secara positip memasarkan produk para santri. Hindarilah konten negatif dihandphone dan manfaatkan dengan positip,” jelasnya.

Dalam acara Bakti Sosial dan Safari Ramadhan 2018 itu, Menteri Kominfo mengingatkan kembali akan adanya bonus demografi pada Tahun 2030. Ketika itu penduduk usia produktif Indonesia akan berjumlah dua kali dari penduduk usia nonproduktif. 

“Santri ini masa depan bangsa. Pada tahun 2030 akan memasuki usia produktif, (perlu) kesiapan digital, dimana Ponpes Al Mumtaz akan diperbolehkan masuk pondok. Namun harus melalui aturan dan pengawasan yang baik,” katanya.

Menurut Menteri Kominfo, penggunaan teknologi memang selalu memiliki dampak positif dan negatif. Namun hal terpenting adalah bagaimana memaksimalkan manfaat positifnya. “Penggunakan teknologi digital memang ada dampak positif dan negatif. Oleh sebab itu, bagaimana IPTEK ini juga dipergunakan memberi manfaat positi,” imbuhnya.

Wirausaha dan Kelas Digital 

“Dadio  siro wong kang loman nok..!,” Itulah kata-kata yang merasuk ke sanubari setiap santri.  Sebagai pondok pesantren yang memproklamirkan sebagai pesantren entrepreneur, Ponpes Al Mumtaz berusaha mencetak wirausaha muslim. 

“Dan berusaha mengentaskan generasi muda dari sikap miskin skill, kaya gengsi lagi konsumtif, ” kata Pimpinan Ponpes Al Mumtaz KH Khoeron Marzuki.

Menurut Marzuki, di kawasan Ponpes Terpadu Al Mumtaz telah dibangun tempat istirahat. Peluang ini dimanfaatkan karena Gunung Kidul menjadi tujuan wisata. “Peluang ini  ditangkap oleh santri sebagai peluang bisnis. Kami menghasilkan santri yang memiliki jiwa wira usaha bukan menjadi beban negara karena penggangguran,” tandasnya.

Sejak dirintis Tahun 2008 dan berdiri pada Bulan Juli 2012, Ponpes Al Mumtaz sudah memiliki santrinya mencapai 400 anak. Bahkan kini sudah mengembangkan pendidikan Madrasah Aliyah Al Mumtaz Plus (2012),  Raudatul Athfal (2013),  Madrasah Tsanawiyah (2014), dan  Madrasah Ibtidaiyah. “Ponpes Al Mumtaz menjadi Islamic Boarding School dan sudah mengembangkan kewirausahaan serta KBM digital,” jelasnya. 

Setiap saat santri selalu diingatkan untuk bersikap produktif dan menjadi sebuah kebutuhan. “Intinya jadilah seoraang muslim yang kaya, dan tidak lupa dengan kewajiban zakat dan infaqnya. Tentu semakin banyak harta yang dimilikinya semakin banyak pula zakat, infaq dan shodaqoh yang ia keluarkan. Karena kekayaannya semata-mata hanya untuk mempermudahkannya dalam berdakwah,” ungkap seorang pengasuh.

Anti Radikalisme

Menteri Kominfo mengungkapkan, Yogyakarta merupakan lokasi kongres pertama pada Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei. “Oleh karena itu pada peringatan kali ini yang digelar di Yogyakarta saya juga menyambangi sejumlah pondok pesantren. Karena bagaimanapun kyai merupakan salah satu pendiri NKRI yang harus dihormati,” ungkapnya.

Harapan terhadap santri untuk menjadi pemersatu bangsa juga disampaikan oleh Menteri Rudiantara. “Santri adalah masa depan indonesia dan penjaga NKRI, sehingga saya berharap kepada santri dan santriwan lulusan pondok pesantren ini nantinya ada yang akan menjadi tokoh nasional dan pemimpin negara,” harapnya.

Ponpes Al Mumtaz, diakui KH. Khoeron Marzuki memiliki komitmen untuk ambil bagian baik secara moral maupun tindakan nyata agar santi ikut mencintai Tanah Air. “Sehingga tindakan aksi terorisme, radikalisme tentu tidak dibenarkan,” kata Marzuki.

KH Marzuki mengatakan pesantren memiliki andil besar dalam pendirian NKRI maka pondok pesantren memiliki tanggung jawab dalam menjaga NKRI. “Kami menanamkan rasa cinta tanah air kepada Santri kami insya allah santri kami tidak ada yang pengebom atau terorisme,” tegasnya.

Di Ponpes Al Mumtaz Patuk, Menteri Rudiantara memberikan bantuan 50 alat perlengkapan ibadah, Al Quran hingga paket sembako. “Al-Quran itu jangan hanya taruh dilemari, tapi harus dibaca dalam rangka  memperkuat iman kepada Allah SWT. Kalau Al-Quran ini masih kurang hubungi saya, akan saya kirim,” ungkapnya. 

Acara Bakti Sosial dan Safari Ramadhan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Gunung Kidul Imawan Wahyudi dan Kapolres Arief Sugiarto serta Danramil kabupaten Gunung Kidul dan  masyarakat sekitar. Dari Kementerian Kominfo tampak Sesditjen SDPPI Sadjan, Kepala Balmon Yogyakarta dan Kepala Monumen Pers Solo. 

Rangkaian acara juga diisi dengan Sosialisasi Informasi Kesehatan dan Pemeriksaan Kesehatan dari dokter gigi dan dokter umum Klinik Kementerian Kominfo. (Ivon)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: