Biadab,Oknum PNS Cabuli Anak Berusia 7 Tahun

Batu Bara,nusantara7.com – Seorang oknum pegawai negeri sipil di labuhan ruku kabupaten Batubara,  tega mencabuli anak tirinya yang masih berusia tuju

Presiden Instruksikan Agar Persiapan Ramadan dan Idul Fitri Semakin Baik
*SIARAN PERS No. 62/HM/KOMINFO/02/2018*
Realisasi Investasi Triwulan I 2018 Tembus Angka Rp 185,3 T

Batu Bara,nusantara7.com – Seorang oknum pegawai negeri sipil di labuhan ruku kabupaten Batubara,  tega mencabuli anak tirinya yang masih berusia tujuh tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar kelas dua.

Perbuatan tersangka terungkap setelah korban menceritakan perbuatan bejat ayah tirinya kepada ibu kandungnya.

Tersangka (EM) pegawai negeri sipil yang bekerja di pusat kesehatan masyarakat desa labuhan ruku kabupaten Batubara,akhirnya ditangkap Satuan Serse Polres Batubara, Senin, 15/01.

Penangkapan dilakukan Polisi setelah orang tua korban/isteri tersangka melaporkan perbuatan bejat  EM yang bertempat tinggal didesa kampung lalang kecamatan tanjung tiram kabupaten Batubara.

Modus pencabulan yang dilakukan tersangka pada saat istrinya sedang keluar rumah, korban dititipkan oleh ibunya dirumah tetangga dijemput tersangka dengan berbohong bahwa ibunya telah dirumah

Selanjutnya, didalam kamar rumah tersangka melakukan aksi bejatnya mencabuli anak tirinya yang masih berusia tujuh tahun

Aksi bejat tersangka diketahui setelah bocah berusia tujuh tahun ini menceritakan kepada ibunya tentang kelakuan bejat yang dilakukan ayah tirinya terhadap dirinya saat ibunya tidak berada dirumah

Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Zulfikar melalui Kanit PPA Bripka Dian Novita membenarkan kasus pencabulan tersebut dan saat ini tersangka sudah diamankan di Polres Batubara.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya tersangka harus meringkuk dalam tahanan dalam sel tahanan polres Batubara

Tersangka akan dikenakan pasal 76-E undang undang Ri No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara

Penulis : Hotma

Editor   : Elias FN

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: