Menkominfo: Balmon Ujung Tombak Kominfo di Daerah

Mataram, Kominfo - Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di setiap provinsi, merupakan ujun

Siapkan Modul Latih ASN Kemas Informasi Inovatif
Mengendarai Chopperland, Presiden Jokowi Tinjau Proyek Padat Karya
Tingkatkan Ekonomi Digital, Menkominfo Harap Anak Muda Siapkan Keterampilan

Mataram, Kominfo – Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di setiap provinsi, merupakan ujung tombak, muka, sekaligus citra dan wakil bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hubungannya dengan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

“Di daerah orang melihat Balmon adalah Kominfo. Itu lah kenapa saya menaruh perhatian banyak terhadap Balmon, karena mereka ujung tombak, untuk bagus tidaknya hubungan Kominfo dengan ekosistem di daerah-daerah,” kata Menkominfo Rudiantara dalam acara perpisahan dua kepala Balmon yang memasuki pensiun, yang digelar di sela Evaluasi dan Monitoring Kinerja Triwulan I Tahun 2018 Ditjen Sumber Daya Pos dan Perangkat Informatika, di Mataram, NTB, Jumat (04/05/2018) malam.

Oleh sebab itu, kata Menteri Rudiantara, pembinaan bagi kepala Balmon atau UPT juga sumber daya manusia di dalamnya sangat lah penting guna menangani tugas-tugas yang tidak hanya sangat teknis tapi juga spesifik.

“Kita harus bisa mengantisipasi perubahan 5 sampai 10 tahun kedepan dari sekarang dalam konteks frekuensi, akses 5G, yang pasti berbeda dengan teknologi-teknologi akses sebelumnya, dan ini membutuhkan kemampuan-kemampuan dan keahlian,” jelasnyamengenai peran penting Balmon.

Menteri Kominfo juga menyatakan mendukung penuh pengembangan sumber daya di Wisma Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Dijten SDPPI di Cidokom, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, yang belum lama ini membentuk fasilitas pelatihan untuk pejabat fungsional pengendali frekuensi dan tenaga sertifikasi perangkat telekomunikasi. “Suatu saat saya harus berkunjung ke sana,” katanya.

Menteri Rudiantara mengungkapkan bahwa Kementerian Kominfo sangat concern dalam pembinaan SDM, dimana setiap tahunnya ada 20 pegawainya yang dikirim ke berbagai negara maju untuk meningkatkan kompetensi dan pengalamannya melalui program beasiswa, baik ke Amerika, Eropa, Australia, dan lainnya.

Hanya saja, sekarang Kementerian Kominfo tidak lagi mengirim ke negara-negara tersebut, tetapi ke India dan China, dua negara yang sudah terbukti memiliki SDM bidang teknologi informasi yang mumpuni, dan bakal menjadi negara berkekuatan ekonomi terbesar dunia di masa mendatang.

Banyak eksekutif dan petinggi di perusahaan IT global seperti Google dan Microsoft yang berasal dari India, dan itu bukti bahwa negara itu lebih maju dalam pengembangan SDM bidang ini dibanding negara lain, kata Menkominfo.

Menteri Kominfo mengharapkan, pegawai-pegawai dari Ditjen SDPPI juga bisa memanfaatkan dan terlibat dalam program beasiswa ini untuk meningkatkan kompetensi dan keahliannya, terutama bagi yang masih berusia muda.

Menteri Rudiantara juga mengungkapkan bahwa Kementerian Kominfo dan Ditjen SDPPI membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para kepala Balmon untuk bisa berkarir hingga Eselon II kementerian, menjabat direktur dan lain sebagainya sehingga tidak “menthok” hanya sebagai kabalmon.

Kepada dua pejabat Balmon yang memasuki pensiun, yakni Slamet Wibowo (Kabalmon Kelas I Yogyakarta) dan Hercules Tupal Sitorus (Kabalmon Kelas I Jakarta), Rudiantara menyampaikan terima kasih atas pengabdiannya selama ini di Kementerian Kominfo.

“Saya tidak akan mengucapkan selamat berpisah, karena saya sudah 20 tahun mengenal Pak Slamet dan Pak Hercules, sebagai sahabat, baik sebagai ASN di Kominfo maupun tidak. Saya hanya akan menyampaikan terima kasih, salam hormat saya kepada keluarga. Terima kasih Ibu Hercules dan juga Ibu Slamet, tanpa dukungan ibu sebagai istri, Pak Hercules dan Pak Slamet tidak bisa bekerja dengan baik di Kominfo sampai saat ini,” kata Menteri Rudiantara.

Direktur Jenderal SDPPI Ismail juga menyampaikan hal sama, berterima kasih atas semua pengabdian yang telah diberikan oleh Hercules dan Slamet kepada Kementerian Kominfo, khususnya Ditjen SDPPI.

Ismail meminta setelah pensiun ini, Hercules dan Slamet bisa berbagi pengalaman dan ilmunya kepada generasi penerus di Ditjen SDPPI dan berkenan menjadi pengajar atau instruktur dalam pengembangan SDM di PPSDM Ditjen SDPPI di Cidokom. “Lanjutkan bantu kami untuk kaderisasi, membagikan ilmu dan pengalaman bapak untuk adik-adik kita yang akan melanjutkan kiprah di SDPPI,” kata Ismail.

Slamet Wibowo dan Hercules Tupal Sitorus saat dimintai kesan dan pesannya, keduanya berkisah sudah mengenal dekat Dirjen SDPPI Ismail dan Menkominfo Rudiantara sejak lama. Keduanya meminta maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan selama menjalankan tugas sebagai kabalmon di Ditjen SDPPI.

“Mengucapkan mohon maaf tentunya kalau ada hal-hal yang kurang berkenan yang saya lakukan selama saya bertugas baik di Pekanbaru, Bandung, Semarang, dan terakhir Jakarta. Kepada Pak Slamet saya ucapkan selamat pak, kita sama-sama mengakhiri tugas ini,” kata Hercules mengakhiri kesan dan pesannya.

Acara perpisahan untuk Slamet Wibowo dan Hercules Tupal Sitorus yang diinisiasi oleh para kabalmon yang masih aktif ini diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada keduanya oleh Menkominfo Rudiantara dan Dirjen SDPPI Ismail.

Acara perpisahan ini diselenggarakan disela Evaluasi dan Monitoring Capaian Kinerja Ditjen SDPPI Triwulan I 2018 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang diikuti kepala UPT Ditjen SDPPI dari seluruh Indonesia dan dihadiri sejummlah pejabat kantor pusat Ditjen SDPPI.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: